by

8 Tahun KPOJK

5 Januari 2018-5 Januari 2026

Komunitas Penulis OJK

Bersama Menginspirasi

Read More →

by

Jejak Langkah

Pengantar Buku Komunitas Penulis OJK 2025

Perjalanan tidak sekadar tentang seberapa jauh kita melangkah. Tidak sekedar tentang seberapa lama kita telah berjalan. Tidak sekadar tentang berapa tikungan yang telah kita lewati. Tidak sekadar tentang seberapa tinggi gunung yang telah kita daki. Perjalanan akan terasa hampa apabila kita lupa memberi makna.

Menemukan makna perjalanan bukan hasil dari proses yang instan. Sebagian dihasilkan dari keterlibatan, kesadaran dan pemecahan masalah. Sebagian lagi ditentukan oleh cita-cita, komitmen, dan value.

Tidak terasa, Pengurus Komunitas Penulis OJK periode ini telah memasuki tahun ketiga. Artinya, sudah saatnya regenerasi. Lalu, apa makna perjalanan Komunitas Penulis OJK yang perlu diteruskan kepada generasi berikutnya?

Berani Memulai dan Menjaga Konsistensi

Kita tidak pernah tahu apakah dapat melakukan sesuatu sampai kita berani memulai. Seperti pepatah “practice makes perfect”, pada awal melakukan sesuatu kemungkinan besar masih belum sempurna. Banyak hal yang perlu diperbaiki, banyak hal yang masih belum difahami, banyak pengorbanan yang harus ditanggung dan lain sebagainya. Tidak perlu takut gagal. Semakin sering gagal berarti semakin dekat dengan keberhasilan. Di sinilah seni berani memulai.

Pepatah ini akan menjadi harmoni indah jika dipadukan dengan pepatah lain “al istiqomah khoirun min alfi karomah.” Setelah berani memulai, fase berikutnya adalah menjaga konsistensi. Tentu banyak tantangan dan godaan dalam menjaga konsistensi. Ini adalah kunci. Konsistensi akan menghasilkan sesuatu yang terlihat tidak mungkin. Bukankah tetesan air yang berlangsung terus menerus akan dapat membuat batu berlubang?

Melayani Anggota dan Keluarga Besar OJK

Melayani sebagai pilihan bahasa cinta merupakan kredo Pengurus Komunitas Penulis OJK (KPOJK). Entah, bahasa cinta ini dianggap klise atau tidak. Komitmen Pengurus tidak akan berubah: Komunitas harus berkontribusi dalam peningkatan skill menulis anggota dan keluarga besar OJK.

Porgram dirancang dan dilaksanakan secara sistematis. Workshop dan pelatihan menulis untuk menumbuhkan minat dan pembekalan skill secara umum. Klinik Menulis untuk praktik menulis, konsultasi dan finalisasi tulisan. Penerbitan naskah melalui Majalah Integrasi, Website keraktelor.id dan penerbitan buku untuk tolok ukur kualitas tulisan. Lomba Menulis baik menulis artikel populer maupun menulis cerita pendek untuk menambah motivasi insan OJK. Paduan program yang cukup kuat untuk menjadi landasan pengembangan skill anggota KPOJK dan keluarga besar OJK.

Berupaya Lebih Baik

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hari esok harus lebih baik dari hari ini. Doktrin ini boleh jadi oleh sebagian orang hanya dianggap sebagai mantra yang cocok untuk mengisi kelas motivasi. Bagi kami, kalimat tersebut adalah energi untuk terus berkembang, untuk terus berjalan, untuk terus berproses dan memastikan Komunitas tidak terjebak pada rasa bosan.

Rutinitas yang telah mapan tetap dilanjutkan, dengan memberi sentuhan pengembangan. Tahun ini, pada momentum ulang tahun ke 14 Otoritas Jasa Keuangan, KPOJK kembali mempersembahkan buku karya anggota KPOJK sebagai hadiah ulang tahun. Kisah ini telah dimulai tahun lalu, dengan menerbitkan Buku Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia pada ulang tahun ke 13 Otoritas Jasa Keuangan.

Kisah tahun ini lebih semarak. Komunitas menghadirkan 3 (tiga) buah buku: Orde Digital (2 jilid), Sisi Lain (Kumpulan Cerita Pendek Keuangan) dan Bunga Rampai Artikel Sektor Jasa Keuangan: Gagasan dan Narasi Untuk Negeri. Ini ikhtiar kami untuk dapat memberikan yang lebih baik. Kepada seluruh Tim yang terlibat dalam penyusunan buku-buku tersebut, Pengurus mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras dan komitmennya untuk mewujudkan cita-cita Komunitas Penulis OJK.

Setidaknya makna perjalanan itu sudah cukup sebagai bekal awal bagi Komunitas Penulis OJK untuk melanjutkan jalan pengabdian di OJK. Masih banyak makna-makna perjalanan lain yang dapat diresapi dari jejak langkah yang akan semakin panjang. Organisasi yang baik memberi kontribusi bagi anggota dan lingkungannya. Mari bersama-sama kita melangkah, menemukan makna dari setiap episode kisah perjalanan Komunitas Penulis OJK. Bersama Menginspirasi.

 

Pengurus Komunitas Penulis OJK

Periode 2023-2025

 

Mohammad Amin (Ketua)  Gressia Melissa (Sekretaris)

 

Read More →

Oleh: Annisa Ika Rahmawati

Departemen Pengawasan Lembaga Mikro dan Jasa Keuangan lainnya

(Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Majalah Integrasi, Edisi Oktober 2025)

Digitalisasi telah merevolusi kehidupan manusia saat ini. Tidak hanya dalam konteks penggunaan smartphone dan internet namun telah terintegrasi dalam segala aspek aktivitas rutin sehari-hari.

Per tahun 2023 pengguna ponsel di Indonesia mencapai 214,5 juta. Sedangkan penetrasi internet di Indonesia telah mengalami peningkatan 55 persen dalam 10 tahun terakhir. Dari angka 24,23 persen pada tahun 2013 menjadi 79,50 persen pada tahun 2024 (Celios, 2025). Secara demografi, pengguna internet pun didominasi Gen Z dan Milenial. Total pengguna internet milenial mencapai 62,39 juta, sedangkan Gen Z sebesar 57,64 juta (Celios, 2025).

Perkembangan digitalisasi yang masif ini di satu sisi membawa manfaat bagi ketersediaan informasi secara cepat dan beragam. Di sisi lain, digitalisasi juga memiliki risiko dan dampak negatif seperti akses terhadap pornografi, kejahatan cyber, dan efek kecanduan digital.

Pada tahun 2022, UNICEF menyatakan bahwa 1% sampai dengan 20% pengguna internet di kalangan anak-anak di enam negara ASEAN telah mengalami beberapa bentuk cyberbullying. Antara lain dalam bentuk eksploitasi seksual dan pelecehan seksual online. Sedangkan di Indonesia sendiri, berdasarkan laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada tahun 2024, terdapat 41 kasus anak yang menjadi korban pornografi dan cybercrime.

Melihat data tersebut, keluarga sebagai entitas terkecil dalam masyarakat memiliki andil krusial dalam melindungi anggota keluarga dari potensi kejahatan dan efek negatif cyber tersebut.

Keluarga Sebagai Garda Terdepan Literasi Digital

UNESCO mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan untuk mengakses, mengelola, memahami, mengintegrasikan, mengkomunikasikan, mengevaluasi, dan menciptakan informasi secara aman dan tepat melalui teknologi digital untuk ketenagakerjaan, pekerjaan dan kewirausahaan.

Literasi digital bukan hanya terkait kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi seperti smartphone, komputer, atau internet, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap etika digital, keamanan siber, serta kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang beredar secara online.

Orang tua memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan secara fundamental, termasuk literasi digital. Hal ini tidak terlepas dari peran orang tua sebagai figur terdekat bagi anak, baik secara fisik maupun emosional dan intensitas interaksi dengan anak-anak. Peran aktif keluarga dalam literasi digital dapat dilakukan melalui pembuatan kesepakatan atau aturan keluarga dalam hal penggunaan perangkat digital dan monitoring implementasinya.

Dalam konteks yang lebih luas, peran orang tua dapat diwujudkan dalam 4 hal pokok. Pertama, orang tua sebagai kurator informasi keluarga. Di tengah arus informasi digital beredar, tidak semua informasi terjamin kepercayaannya. Hoaks, disinformasi, dan berita palsu banyak tersebar luas. Dalam hal ini, orang tua dapat memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam menyaring, memverifikasi, dan menyampaikan informasi yang dipastikan kebenarannya kepada anggota keluarga.

Kedua, ibu sebagai pendidik digital pertama anak. Rumah merupakan tempat pertama kali anak-anak mengenal perangkat digital. Melalui tontonan video edukatif, bermain game, atau aktivitas pembelajaran daring. Seorang ibu yang memahami penggunaan internet akan dapat secara kritis dan bijak melakukan filter konten yang sesuai dengan usia, mengatur waktu layar (screen time), serta mengajarkan etika digital sejak dini. Hal ini dapat mencegah anak-anak dari paparan konten negatif seperti kekerasan, pornografi, hoaks, dan kejahatan siber.

Ketiga, melindungi keamanan digital anak. Keamanan digital atau digital safety adalah aspek penting dalam literasi digital. Anak-anak yang aktif menggunakan internet sangat rentan terhadap berbagai ancaman seperti cyberbullying, phishing, penipuan online, hingga predator digital. Orang tua harus memiliki kesadaran membimbing dan melindungi anak-anak menghadapi risiko-risiko ini serta mengajarkan mereka cara menjaga privasi identitas secara digital.

Keempat, orang tua sebagai teladan penggunaan teknologi yang bijak. Anak-anak merupakan peniru ulung orang tua. Oleh karena itu, kebiasaan digital orang tua, akan memengaruhi pola perilaku digital anak-anaknya. Seorang ayah atau ibu yang memberikan keteladanan dengan tidak terlalu sering bermain media sosial, mengoptimalkan internet untuk hal produktif, serta menerapkan waktu offline yang berkualitas akan membentuk anak yang memiliki kesadaran baik pula dalam melakukan aktivitas digital.

Read More →

Selamat tahun baru rekan rekan. Mengawali tahun 2026, Komunitas Penulis OJK punya tantangan super seru lho….

Ikut ya…

Boleh kok untuk sekadar menghilangkan penat.

Boleh juga kalau sekadar ingin mencoba sesuatu yang baru.

Boleh juga kalau ingin mendapatkan hadiah.

atau……….

Temukan alasan kamu sendiri……………

 

Read More →

Pada hari Senin, 22 Desember 2025, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Bapak Mirza Adityaswara mengundang Komunitas Penulis OJK sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Komunitas Penulis OJK dalam perayaan hari Ulang Tahun ke 14 Otoritas Jasa Keuangan. Pada momentum har ulang tahun ini, KPOJK menyelenggarakan Lomba Menulis dan Menerbitkan 4 (empat) buah buku sebagai hadiah ulang tahun OJK.

Pengurus KPOJK diwakili oleh Mohammad Amin selaku Ketua Komunitas didampingi sejumlah Pengurus dan pemenang Lomba Menulis dan para penulis buku. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Mirza Adityaswara menyampaikan dukungannya terhadap eksistensi Komunitas Penulis OJK yang dinilai mampu menjadi wadah kreatif bagi insan OJK.

Beliau melakukan dialog langsung dengan para penulis mengenai empat buku yang telah diterbitkan oleh KPOJK. Keempat karya tersebut adalah Orde Digital: Gagasan Pengembangan Keuangan Digital, Bunga Rampai Artikel Sektor Jasa Keuangan: Gagasan dan Narasi untuk Negeri, Sisi Lain: Kumpulan Cerita Pendek Keuangan, serta Orde Digital: Strategi Implementasi Keuangan Digital.

Selain membahas isi buku, Bapak Mirza juga menunjukkan ketertarikan yang besar untuk mengenal lebih dekat profil setiap penulis. Beliau mendalami latar belakang pemikiran para penulis dalam menyusun materi, baik yang bersifat teknis mengenai regulasi keuangan maupun karya fiksi seperti kumpulan cerita pendek. Hal ini menunjukkan perhatian pimpinan terhadap pengembangan literasi dan kapasitas berpikir kritis di lingkungan internal organisasi.

Para penulis dan pemenang lomba menulis HUT ke-14 OJK juga berkesempatan memaparkan poin-poin penting dari karya mereka. Diskusi berjalan interaktif, di mana Bapak Mirza memberikan arahan strategis agar tulisan-tulisan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pemangku kepentingan dan masyarakat luas. Audiensi ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan gagasan kreatif penulis dengan visi strategis OJK ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan di era ekonomi digital.

Pertemuan ditutup dengan apresiasi tinggi dari Bapak Mirza Adityaswara atas semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh Komunitas Penulis OJK. Beliau berharap agar tradisi menulis ini terus dipupuk dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga dapat menjadi rujukan berharga bagi perkembangan sektor jasa keuangan di Indonesia (ARH).

Read More →

by

Meet The Winner Seri-2

Gaesssss, keren banget kan ketemu pemenang Lomba Menulis 2025?

Yuks lagi……..

kali ini kita akan ketemu juara kedua. Jangan lewatkan!

Read More →

by

Meet The Winner

Gaessss, ingin ketemu pemenang Lomba Menulis tahun ini?

Yuks, hadir di acara Meet The Winner. Untuk yang pertama ini akan hadir juara Ketiga ya……….

Topic: Meet the Winner
Pembicara: Asakita Dikarla (Pemenang Ketiga Lomba Menulis HUT OJK 2025)
Time: Dec 5, 2025 04:15 PM
Join Zoom Meeting

Read More →

Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Panitia telah menerima 85 naskah dari peserta dengan beragam topik yang sangat menarik. Setelah melalui proses review dan proses penilaian Dewan Juri. Berikut info pemenang Lomba Menulis dalam rangka HUT ke-14 OJK.

Selamat kepada para pemenang. Semoga semakin semangat dalam mengembangkan potensi menulis dan memberikan kontribusi optimal kepada masyarakat.

Bagi para peserta yang belum merasakan menjadi juara, siapkan tulisan terbaik anda untuk lomba menulis tahun depan!

 

 

Read More →

Komunitas Penulis OJK kembali menyusun buku sebagai hadiah ulang tahun bagi Otoritas Jasa Keuangan. Dalam HUT ke 14 OJK, Komunitas Penulis OJK menerbitkan 4 (empat buku), yaitu: 1) Orde Digital: Gagasan Pengembangan Keuangan Digital, 2) Orde Digital: Strategi Implementasi Keuangan Digital, 3) Sisi Lain: Cerita Pendek Keuangan, dan 4) Gagasan dan Narasi untuk Negeri.

Buku-buku tersebut telah diluncurkan dalam rangkaian kegiatan Syukuran HUT ke 14 OJK yang dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK beserta Wakil Ketua dan Anggota Dewan Komisioner OJK pada tanggal 24 November 2025 di Jakarta.

Selamat Ulang Tahun OJK!

Read More →

by

Selamat Ulang Tahun OJK

SELAMAT ULANG TAHUN KE-14 OTORITAS JASA KEUANGAN

Dari pena dan kata, Komunitas Penulis OJK menjadi saksi atas dedikasi OJK dalam menciptakan ekosistem keuangan yang stabil, berintegritas, dan inklusif.
Di usia ke-14, semoga OJK semakin tangguh dalam menjalankan peran strategisnya. Komunitas Penulis OJK siap terus mendukung misi OJK melalui karya tulisan yang mencerahkan dan menginspirasi, sebagai wujud nyata komitmen untuk bersama memajukan negeri tercinta.

Dirgahayu OJK! Jaya selalu!

#OJK14Tahun

#MenulisUntukIndonesia

#SektorKeuanganTangguh

Read More →

Close Search Window