Oleh: Triyono

Co-Founder dan Anggota Dewan Penasihat Komunitas Penulis OJK

Syahdan di sebuah desa di Jawa Tengah, tersebutlah ada seorang pengusaha yang cukup sukses dan sudah lama keluar dari desa tersebut untuk berbisnis di luar desa. Tapi akarnya ke desa itu memang tidak bisa dihilangkan, karena semua orang tahu masa muda dan bagaimana dia memulai usaha dari desa tersebut.

Sebagaimana biasanya bahwa seorang yang sukses selalu menjadi pergunjingan. Jangankan pengusaha sukses, penduduk biasa saja sudah biasa menjadi obyek pergunjingan. Pergosipan dan gibah memang selalu ada seolah topiknya tidak pernah habis. Makin digosok makin sip dan seru.

“Sirik tanda tak mampu”, hal ini juga menambah parah dunia pergosipan penduduk yang memang kalah dalam hal kualitas hidup dengan sang penguasaha, mulai mencari-cari faktor aneh apa yang dimiliki si pengusaha sehingga dia menjadi jauh lebih makmur dibandingkan penduduk secara umum.

Tidak diketahui bagaimana prosesnya, namun beredar kabar bahwa: positif si pengusaha sukses ini dikatakan menggunakan pesugihan. Pesugihan adalah cara yang tidak biasa, cenderung bersifat mistis, sebagai jalan pintas untuk memperoleh kekayaan. Pesugihan yang mistis biasa dikaitkan dengan ritual, tumbal dan sejenisnya.

Alasan kenapa pengusaha sukses ini dikatakan menggunakan pesugihan adalah karena di rumahnya, sang pengusaha sukses ini tidak pernah membuang sisa nasi. Sisa nasi yang kemarin akan dimakan lagi hari ini untuk dihabiskan dengan cara diolah lagi. Hal itu katanya salah satu dari banyak keanehan yang selalu dilakukan oleh si pengusaha sukses.

Memakan nasi basi adalah hal yang tidak biasa. Penduduk mengkait-kaitkan dengan jin atau makhluk halus lainnya sejenis prewangan yang suka makan nasi basi. Sebagai imbalannya maka prewangan itu akan memberikan harta yang banyak sekali. Begitu kira-kira mitos yang dijahit oleh para penduduk.

Memakan nasi basi memang tidak ada dalam kamus gaya hidup orang sukses. Sebut saja sebagai contoh 7 Habits of Highly Effective People yang dipopulerkan oleh Steven Covey. 7 perilaku itu terdiri dari : be proactive, begin with the end in mind, put first thing first, think win-win, seek first to understand than to be understood, synergize dan sharpen the saw.

Tidak juga ada di 7 prinsip anak GEMBIRA yang diperkenalkan oleh Kak Seto : Gerak – Emosi cerdas – Makan bergizi – Beribadah – Istirahat – Rukun dan ramah – Aktif belajar.

Sekali lagi bahwa tidak ada nilai untuk makan nasi basi sebagai salah satu kunci kesuksesan. Tapi kalau sikap super ngirit adalah kunci kesuksesan merupakan hal yang logis dilakukan.

Dengan demikian, rasanya tidak heran kalau seseorang bisa sangat kaya karena memiliki gaya hidup yang super ngirit. Saking irit nya, sehingga tidak boleh membuang nasi sedikitpun. Prinsip ini jika diterapkan untuk hal lainnya, maka dia akan sangat cermat dalam mengkalkulasi segala hal. Itulah kunci kesuksesan.

Kalau ini merupakan nilai yang sangat powerful, maka bisa diadopsi oleh semua orang. Tinggal apakah kita memiliki mental “menjadi orang kaya” atau tidak. Apabila memang kita tidak bisa memiliki gaya hidup seperti itu, maka kita harus bersyukur untuk hanya menjadi orang biasa.

Sikap ini ternyata benar merupakan pesugihan tapi bukan mistis. Pesugihan yang logis namun memerlukan pengorbanan yang luar biasa. Bergaya hidup sangat sederhana dan super ngirit. Bahkan lebih ngirit dibandingkan dengan “slow moving life style”.

Banyak jalan menuju Roma. Banyak jalan juga menuju kesuksesan. Yang penting adalah konsistensi, sabar dan berdoa. Hati-hati juga dalam menilai orang lain. Jangan terlalu cepat melakukan penghakiman kepada orang lain. Walaupun dalam hati ada perasaan curiga kepada orang lain, tapi cukup untuk konsumsi pribadi sampai memang terbukti. Selamat memilih sikap hidup yang menuju kesuksesan masing-masing. (Try)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close Search Window