Oleh: Safira Laisia Atmara
Tulisan ini telah dipublikasikan di Harian KOMPAS, 11 Mei 2024
Perempuan memegang peranan yang sangat krusial bagi kehidupan sebuah keluarga. Perempuan tidak hanya menjadi pendamping bagi suaminya tetapi juga sebagai bendahara merangkap ‘menteri keuangan’ dalam keluarga yang dibentuk. Sehingga, perempuan ikut berperan menentukan keputusan keuangan penting dalam keluarga. Selain itu, perempuan juga akan menjadi guru pertama bagi anaknya. Anak akan belajar tentang fungsi uang dan pengelolaan keuangan dari ibu.
Selain itu, tidak sedikit perempuan yang menjadi pekerja di sektor formal maupun non-formal. Agar gaji atau pendapatan yang diperolah dapat dikelola dengan baik maka dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan keuangan. Langkah ini bertujuan untuk membentuk perempuan yang cakap keuangan.
Kabar menggembirakan tentang tingkat literasi keuangan perempuan tergambar melalui hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022 yang dilaksanakan OJK. SNLIK mencatat bahwa tingkat pemahaman tentang keuangan (literasi) perempuan lebih tinggi dari laki-laki yaitu 50,33 persen, laki-laki hanya 49,05 persen.
Peningkatan literasi keuangan perempuan menjadi perhatian utama OJK. Perempuan menjadi salah satu sasaran prioritas Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025. Berbagai program dan kebijakan telah dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan perempuan.
Agar perempuan memiliki kemampuan untuk cerdas dalam mengelola keuangan, maka ada beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Pahami Kondisi Keuangan
Untuk memudahkan Anda memahami kondisi keuangan terkini, maka disarankan untuk membuat daftar pemasukan dan pengeluaran secara berkala. Hasil pencatatan keuangan dapat Anda gunakan untuk menyusun strategi pengelolaan utang, strategi berinvestasi dan menahan diri agar tidak menjadi impulsive buyer.
Jika Anda memiliki utang pastikan Anda untuk melunasinya sesegera mungkin, terutama utang konsumtif. Utang tidak selamanya buruk jika dapat dikelola dengan baik misalnya utang produktif.
Dari segi investasi, dengan mengetahui kondisi keuangan terkini, Anda akan dapat melihat kondisi harta bersih dan aset yang dimiliki. Selain itu, jika dibutuhkan Anda dapat mengubah strategi investasi.
- Lakukan Pengalokasian Keuangan
Agar dana yang dimiliki dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan keuangan, maka perlu dilakukan pengalokasian anggaran. Pengalokasian anggaran dapat dilakukan dengan membuat beberapa pos anggaran seperti kebutuhan sehari-hari, dana darurat, dana pensiun dan investasi.
Khusus untuk kebutuhan sehari-hari, Anda dapat membaginya ke beberapa rekening seperti rekening untuk kebutuhan pokok, rekening sedekah dan rekening untuk hiburan. Anda tidak perlu membuka rekening di beberapa bank berbeda, Anda dapat menggunakan bank dengan layanan digital yang memungkinkan Anda membuat beberapa pos anggaran dalam satu rekening yang sama.
Selanjutnya, untuk memastikan kondisi keuangan Anda tetap terjaga ketika terjadi situasi yang tidak diinginkan, maka sangat penting untuk memiliki dana darurat. Bagi Anda yang belum menikah setidaknya Anda memiliki dana darurat sebesar enam kali pengeluaran bulanan, sedangkan bagi yang sudah menikah disarankan sembilan kali pengeluaran bulanan.
Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pastikan Anda untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan, waktu dan profil risiko yang dimiliki. Pahami produk dan layanan yang digunakan baik manfaat, biaya, denda dan ketentuan lainnya. Sehingga, Anda dapat memahami sepenuhnya hak dan kewajiban Anda sebagai konsumen di sektor jasa keuangan. Investasi disisihkan di awal bukan sisa dari dana yang dimiliki di akhir.
- Hindari Impulsive Buying
Perempuan identik dengan kegemaran berbelanja. Kemajuan teknologi informasi pun mendukung kemudahan untuk berbelanja. Anda dapat membeli barang yang diinginkan melalui gawai yang dimiliki (belanja daring). Berbagai diskon dan promo pun ditawarkan sehingga semakin menggoda.
Kemampuan Anda untuk memprioritaskan ‘penting’ daripada ‘perlu’ memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan keuangan Anda dan menghindarkan Anda menjadi impulsive buyer.
Anda juga harus menghindari pola hidup Fear of Missing Out (FOMO). FOMO identik dengan pola hidup konsumtif dikarenakan adanya dorongan untuk membeli barang tanpa memperhatikan harga dan seberapa penting barang tersebut untuk dimiliki, hanya karena tidak ingin kehilangan momen. Untuk menjaga kesehatan keuangan, sikap FOMO ini harus dihindari.
- Komunikasikan Kondisi Keuangan dengan Pasangan
Bagi Anda perempuan yang sudah menikah, sangat penting untuk mengomunikasikan kondisi keuangan terkini dan rencana pengelolaan keuangan di masa depan. Langkah ini akan memudahkan Anda dan pasangan untuk dapat mencapai kemerdekaan keuangan sesegera mungkin. Berdiskusi dengan pasangan juga akan memudahkan Anda untuk memutuskan menambah pos anggaran baru atau menyesuaikan pos anggaran yang sudah ada sesegera mungkin. Misalnya, jika berencana memiliki keturunan, maka Anda disarankan menambah pos anggaran baru untuk anak, mulai dari masa kehamilan, lahir dan tumbuh kembangnya.
- Menambah Sumber dan Jumlah Pendapatan
Selain berperan sebagai ibu rumah tangga dan memiliki pekerjaan utama, Anda dapat menambah sumber pendapatan baru misalnya menjadi content creator, berjualan daring, dsb. Dengan menambah sumber pendapatan maka penghasilan yang diperoleh pun akan naik. Sehingga, jumlah dana yang diinvestasikan juga dapat ditambah.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan pendapatan yang diperoleh dapat dikelola dengan baik untuk masa depan lebih baik. Anda dapat mengakses tips keuangan lainnya melalui website resmi OJK di www.ojk.go.id, Kontak OJK di 157, Whatsapp 081157157157 dan seluruh media sosial resmi OJK. Anda juga dapat menambah pemahaman tentang tips berinvestasi dan produk/layanan keuangan dengan mengakses media pembelajaran yang disediakan OJK melalui www.lms.ojk.go.id.