Oleh: Anjar Oktaviani P. Irawati

Direktorat Perizinan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun

“Bu, ada yang mau memborong semangka-semangka kita,” cerita seorang petani kepada istrinya.

“Wah syukurlah, Pak. Kebetulan sekali anak-anak butuh biaya untuk sekolah,” istrinya menyambut berita tersebut dengan raut wajah penuh kegembiraan.

“Tapi masalahnya semangka kita belum cukup matang untuk dipanen sekarang, Bu,” si Petani meneruskan dengan nada kecewa.

Si Petani memandang hamparan kebun semangka miliknya yang tidak terlalu luas. Lahan satu-satunya yang merupakan peninggalan orang tuanya. Lahan yang selama ini menghidupi keluarganya meski dengan sangat pas-pasan dan bahkan lebih sering kurang. Tapi, di lahan tersebut tergantung seluruh harapan dan mimpinya. Berharap dengan kerja kerasnya, lahan itu dapat membiayai anak-anaknya hingga kelak mereka memiliki kehidupan yang lebih baik dan tidak menanggung segala kesulitan yang saat ini dijalani kedua orang tuanya.

“Apakah harus dipanen sekarang juga, Pak? Tidak bisa menunggu sampai semangkasemangka ini benar-benar masak?” tanya istri si Petani.

“Mereka butuh dalam minggu ini, Bu.”

Istri si Petani termenung sejenak dan selanjutnya dengan wajah cerah berbisik kepada suaminya. “Bagaimana kalau kita percepat kematangannya?”

Si Petani memandang wajah istrinya dengan heran. “Maksudnya, Bu?”

“Kita suntik semangka itu dengan pewarna dan pemanis. Jadi ketika dibelah, semangkasemangkanya sudah merah sempurna. Kudengar beberapa ada yang melakukan cara itu, Pak.”

“Astaga, Bu. Itu tidak boleh. Tidak jujur namanya dan efeknya berbahaya bagi kesehatan,” si Petani menegur istrinya dengan nada keras.

“Tapi, anak-anak butuh biaya, Pak. Tabungan kita sudah tidak ada, karena untuk menutup gagal panen tahun lalu. Jika kita lakukan diam-diam, tidak ada yang tahu,” istri si Petani masih berusaha membujuk.

“Bu, kita membesarkan anak-anak dengan harapan mereka menjadi orang yang sukses dan jujur. Tapi, bagaimana bisa jika uang itu diperoleh dari hasil berbohong? Orang lain mungkin tidak akan tahu perbuatan kita. Tapi yang di Atas, maha mengetahui segalanya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close Search Window