Oleh: Muhammad Musa
(Direktorat Pengembangan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun)
Tulisan ini pertama kali dipublikasikan dalam Buku Narasi Integritas Kisah Inspiratif 2024
Suatu hari dikisahkan seseorang yang diutus dari Azerbaijan ke kota Madinah untuk menghadap Khalifah Amirul Mu’minin Umar Ibnu al-Khattab. Mengingat waktu sudah mulai larut malam, utusan tersebut memutuskan untuk menginap dan bermalam di Masjid Nabawi. Selanjutnya agenda menghadap Khalifah Amirul Mu’minin Umar Ibnu al-Khattab akan dilakukan keesokan harinya.
Di pertengahan jalan menuju masjid, Utusan dari Azerbaijan tersebut bertemu dengan seseorang yang berperawakan sederhana namun berwibawa, dialah yang tak lain merupakan Amirul Mukminin Umar Ibnu al-Khattab Ra. Segera utusan itu mengenalkan dirinya kepada Umar. Lantas Umar berkata, “Semoga Allah merahmatimu, Aku takut jika aku tertidur semalam suntuk, pastinya aku akan menghilang di hadapan Allah Subhanahu wata’ala, dan jika aku tertidur sepanjang siang, berarti aku telah menghilang dari hadapan rakyatku.” Singkat cerita keesokan harinya seusai shalat subuh, Umar mengajak tamunya tersebut singgah di rumahnya.
Sesampai di rumah, Umar meminta istrinya, “Wahai istriku, hidangkan makanan yang ada. Hari ini kita kedatangan tamu jauh dari Azerbaijan.” “Kita tidak mempunyai makanan, kecuali roti dan garam,” jawab istri Umar. “Tidak masalah,” kata Umar. Akhirnya mereka berdua makan roti dengan garam. “Walikota Azerbaijan menyuruhku menyampaikan hadiah ini untukmu Amirul Mukminin,” kata utusan Azerbaijan seusai makan, sembari menunjukan sebuah bungkusan. “Ini adalah halawah (makanan kemewahan yang dihidangkan untuk raja-raja atau kaum bangsawan) buatan Azerbaijan,” utusan itu menjelaskan. Kemudian Umar bertanya, “Apakah seluruh rakyatku mendapatkannya?” Utusan itu kemudian menjawab, “Oh tidak Baginda, halawah ini hanya khusus untuk baginda”. Sontak seketika, memerahlah wajah Umar karena menahan amarah.
Segera Umar memerintahkan kepada utusan Walikota Azerbaijan untuk membawa halawah tersebut ke masjid dan membagikannya kepada fakir miskin. “Barang ini haram masuk ke dalam perutku, kecuali jika rakyatku turut menikmatinya juga,” kata Umar dengan nada agak marah. “kembalilah engkau ke Azerbaijan, sampaikan kepada Walikota, jika ia mengulangi perbuatannya ini, maka aku akan menggantinya!” (Azerbaijan adalah sebuah wilayah di Iran yang merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Khalifah Umar Ibu al-Khattab RA).