Oleh: Supriyono

Direktur Pengendalian Kualitas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun

Asuranti tersenyum melihat dirinya di cermin. Ya kini rambutnya sudah beruban. Namun wajahnya masih nampak cerah. Jejak kecantikannya masih terlihat nyata. Cermin tak pernah bohong. Ya, namanya Asuranti. Mungkin terdengar aneh di telingamu. Namanya mengandung sejarah, yang tak kalah aneh bila aku ceritakan.

Kedua orangtuanya berjodoh. Perkaranya ya asuransi. Tak terduga, tapi nyata. Berasal dari keluarga cukup berada, suatu saat mobil calon ayahnya bersenggolan dengan mobil calon ibunya. Tak sengaja. Senggolan cukup keras, membuat mobil calon ibunya tegores dalam cat pintunya. Calon ibunya marah seketika, namun calon ayahnya tenang saja. “saya yang tanggung jawab” katanya. “nona bawa saja kebengkel saja, semua saya yang tanggung”. Sang Nona terkejut sekaligus lega setengah tak percaya “apakah tuan tahu, ini mobil mahal harganya. Tuan kira betulin pintu murah harganya?”. “tidak mengapa, saya yang tanggung jawab” jawabnya mantap, toh ada asuransi, batinnya . Si Nona tersenyum lega, menggantikan raut marah wajahnya. Senyum yang menggores hati sang pria.

Dari senggolan mobil, percakapan terjalin. Saling membuka diri, menautkan hati. Bagai agen asuransi, lima kali bertemu closing akhirnya. Sang Nona memantapkan hati, bersanding dengan sang Tuan. Setahun perkawinan, lahirlah dia. DIsandangnya nama Asuranti. “kenapa abang namakan anak kita Asuranti” tanya ibunya setengah protes. “ini untuk mengenang pertemuan kita dik, waktu abang betulin mobil adik, semuanya ditanggung asuransi” ayahnya menjawab dengan senyum tipis, setengah nyengir.”begitu ya, pantas waktu itu abang tenang saja. Sampai aku pun terpesona” ibunya tertawa. Diumumkan dengan bubur merah putih, resmi sudah namanya Asuranti.

Lahirnya pun dirumah sakit VIP yang semuanya ditanggung asuransi. Ayahnya telah menyiapkan asuransi untuk sepanjang hidupnya.  Semenjak dia mampu mengingat masa kecilnya, semua ada cerita asuransinya.

“nak, tak terasa besok hari pertama sekolahmu” kata ayahnya suatu waktu. Asuransi berbinar-binar wajahnya. Membayangkan esok hari dia akan mengenakan seragam barunya. Dia masuk sekolah elit, kata neneknya. “yah kata nenek sekolah adik mahal”. “iya nak, tapi ayah sudah menyiapkan semuanya untukmu, asuransi pendidikanmu cukup untuk biaya sekolahmu” kata ayahnya. Asuransi hanya tersenyum, dia bangga punya ayah yang sadar asuransi.

Di lain waktu, Asuranti tiba tiba kaget. Di rumahnya sudah ada mobil baru. “hadiah ulang tahun 17 mu” seru ayahnya. “beneran yah? Wah terimakasih ayah” pekiknya. “ya, ayah sudah cairkan sebagian asuransi”.

Hidupnya tak pernah lepas dari asuransi, sesuai nama pemberian ayahnya. Ayah dan ibunya kini telah memasuki masa pensiun. Pensiun yang indah. Dengan anuitas asuransi yang cair tepat waktu. Damai bersama anak dan cucu. Ya, Asuranti telah memberinya tiga cucu yang lucu. Premius, Profitri, dan Paidi nama yang diberikan kakeknya. Ketiganya masa depan Asuranti. Asuranti bertekad memberinya Pendidikan terbaik, agar kelak ketiga anaknya membawa keluarga besar Asuranti mendunia.

Bercermin, Asuranti sadar, uban di kepalanya menjadi tanda bila dirinya tak lagi muda. Namun hati dan pikirannya gembira, karena telah ada ketiga anaknya yang akan meneruskan legacy keluarganya.

____

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close Search Window