oleh : Mohammad Amin
Ketua Komunitas Penulis OJK
(Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, 7 Agustus 2015)
Sejak diluncurkan pada Oktober 2013, pengembangan asuransi mikro masih perlu terus dicarikan terobosan. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan OJK) bersama-sama dengan asosiasi asuransi dan stakeholders lain seperti World Bank, GIZ, ILO dan Kementerian Koperasi.
Upaya-upaya itu mencakup penelitian tentang potensi pasar, pembuatan polis standar, workshop dan sharing pengalaman sukses asuransi mikro di negara lain, sampai dengan road show sosialisasi produk standar asuransi mikro ke komunitas masyarakat di pelosok-pelosok negeri.
Sejatinya asuransi mikro sudah didesain sedemikian rupa agar masyarakat berpenghasilan rendah dapat memanfaatkan produk asuransi mikro sebagai instrumen perlindungan tingkat pertama apabila terjadi peristiwa yang menimpa mereka.
Dalam grand design, asuransi mikro dirancang dengan maksimum harga premi Rp50.000/tahun dan manfaat berupa santunan maksimum Rp50 juta. Dengan harga premi per tahun yang tidak lebih mahal daripada harga lima mangkuk bakso ini, asuransi mikro diharapkan dapat laris manis di segmen masyarakat bawah sehingga financial inclusion di negeri ini dapat benar-benar terwujud.
Fakta menunjukkan masih butuh usaha ekstra untuk melihat keberhasilan asuransi mikro. Tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia yang masih sangat rendah sering dianggap sebagai penyebab susahnya memasarkan asuransi mikro kepada masyarakat luas.
Fakta ini memang tidak dapat dibantah. Survei OJK pada 2013 menyebutkan hanya 17,8% masyarakat Indonesia yang betul-betul memahami asuransi. Apakah betul kalau tingkat melek keuangan masyarakat Indonesia meningkat maka penjualan produk asuransi mikro akan otomatis meningkat?
Apakah betul ketika masyarakat sudah memahami manfaat asuransi maka otomatis akan mau membeli polis asuransi? Secara rasional mungkin benar. Tingkat pemahaman masyarakat berhubungan secara linier dengan tingkat penjualan produk asuransi mikro. (more…)