Oleh: Riani Sagita

Kelompok Spesialis Layanan Digital Keamanan Siber

(Artikel ini telah diterbitkan di Majalah Integrasi Edisi Agustus 2025)

Tahun 2025, dunia lagi banyak ketidakpastian—terutama soal ekonomi. Di tengah kondisi itu, muncul istilah baru di dunia lifestyle: YONO alias You Only Need One.

Jadi, apa sih YONO itu?

Singkatnya, ini adalah gaya hidup yang mengajak kita untuk membeli barang secara lebih sadar alias mindful. Filosofinya sederhana: kita sebenarnya cuma butuh satu barang saja untuk setiap jenis.

YONO ini mirip dengan konsep frugal living yang sudah lebih dulu populer, terutama di kalangan Gen Z. Tapi, ada sedikit perbedaan—kalau frugal living fokus pada manajemen keuangan dan konsumsi yang super hati-hati, sedangkan YONO lebih menekankan pada pembelian sedikit tapi berkualitas tinggi. Jadi, beli satu tapi yang benar-benar bagus.

Meski beda nama, dua-duanya punya satu misi yang sama: hidup lebih sadar, simpel, dan nggak gampang kebawa arus konsumerisme.

Menariknya, gaya hidup YONO dan frugal living juga sejalan dengan konsep sustainable living. Intinya, kita diajak untuk berfikir dulu sebelum membeli, supaya bisa mengurangi dampak negatif kepada lingkungan.

Dengan menerapkan YONO atau frugal living, kita bisa hidup lebih hemat—tapi jangan salah, ini bukan soal pelit. Ini soal bijak dalam memilih. Beli secukupnya, tapi yang terbaik.

 

YONO: Gaya Hidup Minimalis yang Bikin Hidup Lebih Ringan

YONO, alias You Only Need One, mengajak kita untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar dibutuhkan. Bukan sekadar mengumpulkan barang karena lucu, murah, atau biar nggak ketinggalan tren. Intinya: beli karena perlu, bukan karena lapar mata.

Nah, ini  beberapa prinsip utama dari gaya hidup YONO:

  1. Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas

Daripada sering beli barang murah yang cepat rusak, mending sekalian investasi ke barang yang kualitasnya bagus dan tahan lama. Kadang kita berfikir beli murah itu hemat, padahal kalau dihitung-hitung—karena rusak terus dan harus beli lagi dan lagi—jatuhnya malah lebih boros. Dengan YONO, kita diajak untuk beli satu barang yang benar-benar oke, dan bisa dipakai bertahun-tahun.

  1. Belanja dengan Sadar dan Niat

Sebelum beli apa pun, coba deh tanya ke diri sendiri: “Aku beneran butuh ini nggak, sih?”
Dengan berfikir dua kali sebelum beli, kita bisa lebih bijak dan nggak gampang tergoda sama diskon atau FOMO. Tujuannya bukan pelit, tapi lebih ke menghargai setiap pembelian.

 

  1. Hidup Sederhana = Lebih Lega

Barang makin sedikit, otak pun jadi lebih lega. Kita jadi nggak capek ngurusin banyak barang, lebih gampang milih kalau butuh sesuatu, dan punya lebih banyak waktu untuk hal-hal yang lebih penting. Hidup minimalis itu bukan soal kekurangan, tapi soal kebebasan.

 

Frugal Living: Gaya Hidup Hemat Tapi Tetap Nyaman

Frugal living itu bukan soal hidup pelit atau nggak mau keluar uang sama sekali. Justru, ini tentang mengatur keuangan dengan bijak, supaya kita bisa tetap hidup nyaman tanpa harus boros.

Intinya: hemat itu keren, apalagi kalau dilakukan dengan sadar dan terencana.

Nah, ini prinsip-prinsip utama dari gaya hidup frugal living:

  1. Punya Anggaran, Bukan Sekadar Tebak-tebakan

Bikin budget bulanan itu penting banget. Dengan memiliki anggaran dan mencatat pengeluaran, kita tahu ke mana saja uang kita belanjakan. Jadi bisa mengatur prioritas dan nggak kebablasan belanja.

  1. Rajin Menabung = Siap untuk Masa Depan

Nggak harus gede, tapi usahakan untuk menyisihkan uang secara rutin. Entah untuk dana darurat, liburan, atau mimpi jangka panjang. Menabung bikin hidup lebih tenang karena ada “jaring pengaman”.

  1. Belanja Berdasarkan Nilai, Bukan Nafsu

Frugal living mengajak kita untuk belanja dengan bijak—memilih barang yang awet dan benar-benar kita pakai. Hindari belanja impulsif cuma karena lagi diskon atau FOMO.

Sederhanya seperti ini:

YONO Frugal Living
Fokus ke jumlah barang – less is more Fokus ke keuangan – spend wisely
Pilih satu barang terbaik daripada banyak yang biasa aja Prioritaskan nilai jangka panjang & hindari pengeluaran nggak penting
Contoh: beli satu kaos premium yang tahan lama Contoh: masak sendiri biar hemat daripada sering jajan

 

Walaupun beda pendekatan, YONO dan frugal living punya satu benang merah yang kuat:
Sama-sama menolak mindset YOLO (You Only Live Once) yang sering jadi pembenaran buat belanja berlebihan.

Keduanya ngajak kita buat bilang “nggak dulu deh” ke pola konsumsi impulsif yang cuma bikin barang numpuk, dompet menipis, dan pikiran sumpek. Tujuan keduanya juga sejalan: Hidup lebih tenang, Bebas dari stres soal uang, Ruang lebih lega—baik di rumah maupun di kepala. Dan yang paling penting, keduanya ngajarin kita buat hidup lebih sadar—nggak asal beli, tapi mikir dulu: “Aku beneran butuh ini nggak, ya?”

Kalau kamu lagi mencari cara untuk hidup yang lebih ringan, bebas drama finansial, dan lebih selaras sama nilai-nilai pribadi, YONO atau frugal living bisa menjadi langkah awal yang pas banget.

Yuk, kita mulai pelan-pelan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close Search Window