Oleh: Mohammad Amin
Ketua Komunitas Penulis OJK

Lapangan Banteng selalu menjadi pilihan utama penyelenggaaan upacara OJK dalam memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Pernah sekali OJK melaksanakan upacara di Monas (entah tahun berapa). Lapangan Banteng dipilih bukan tanpa alasan. Tempat ini memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan perjuangan Republik Indonesia.
Pada peringatan Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia tahun 2025 ini, Ketua Dewan Komisioner OJK dalam amanatnya menceritakan bahwa Lapangan Banteng ini pada zaman Belanda diberi nama Waterlooplein untuk mengenang keberhasilan Belanda dalam pertempuran Waterloo. Sebagai simbol dibangun Patung Singa. Pada zaman Jepang, Patung Singa di Lapangan Banteng di hancurkan.
Pada zaman kemerdekaan, pada tahun 1963 di bangun Monumen Pembebasan Irian Barat untuk mengenang perjuangan Trikora, dan diberi nama Lapangan Banteng sebagai simbol kekuatan dan nasionalisme.
Jadi, dengan memperingati kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Banteng, insan OJK diharapkan mampu mewarisi semangat nasionalisme dan meneruskan perjuangan serta amanat para Pahlawan.