Oleh: Noviyanto Utomo (Kepala Kantor OJK Tegal)
Hemhhhhhhufth…hah…lelah sekali hari ini. Sudah delapan jam aku berdiri memasukan ratusan sepatu ke kardusnya. Alarm pabrik berbunyi keras menandakan waktu istirahat, kami berjalan keluar menuju kantin untuk makan siang.
Antrian mengambil makanan sudah mengular memanjang tak teratur. Semua lapar. Nggak pake telor yah mba, Ketika tiba giliranku, nggak tau kenapa aku alergi sama telor ayam. Badan gatal-gatal kalo makan telor ayam. Kami duduk berempat dalam satu meja, Iwan, Andi dan Bram temen satu shift ku hari ini.
Iwan membuka gosip,,,,kabarnya, mmmm, nyam….nyam sambil mengunyah telor ayam bercampur nasi plus tempe orek. Hussss makan dulu sampe habis baru ngomong. Kabarnya pabrik mau tutup, kata Iwan setelah meneguk es teh manisnya. Hahhhhhhhhhhhh……..,!!! seru kami. Bayangan jadi pengangguran melintas dalam pikiran kami. Minggu lalu bayangan itu masih samar-samar, namun cerita Iwan membuat bayangan jadi pengangguran makin jelas.
Hari demi hari berlalu, kabar PHK makin jelas seperti pengumuman naeknya cukai rokok. Penjelasan HRD, bikin kita makin panik, Kerja apa, dimana, uang kontrakan, makan apa……aaaaarrrgghhhhhhh. Pusing kepala ku. Ku jalani hari demi hari yang tersisa dipabrik dengan tanpa semangat. Hari ini masih packing ratusan pasang sepatu, mungkin ini yang terakhir karena temen temen produksi sudah di PHK duluan sekira seminggu yang lalu.
Kami yang terakhir tersisa di pabrik ini, semua kami, wajah lesu, lelah khawatir akan masa depan itulah kami sekarang. Mungkin diluar sana pun sama, sopir angkot yang selalu siap sebelum bubaran pabrik, toko kelontong yang hampir selalu dengar teriakan “filter setengah”. Semua murung, hilang asa akan masa depan.
Kringggggggggg………..suara weker tua brisik membangunkan ku. Yah sudah seminggu aku di PHK. Disinilah aku di kasur dengan sprei merah, bantal hijau kusam, kipas angin Maspion yang masih setia berputar meniup ke segala arah. Jam 10 aku baru bangun. Semalam nggak bisa tidur pusing memikirkan keadaan. Kontrakan 1 jutaan ini harus di bayar 1 minggu lagi.
Janji pesangon hanya manis di mulut HRD, nyatanya sampai hari ini kami hanya bisa mengharap. Harapan yang makin sirna, menjauh makin menjauh seiring waktu berlalu. Seteguk teh mengalir ke kerongkongan, teh yang kubuat kemaren malem. Masih bingung mau ngapain. Buka Handphone, scrolling media social, video kucing…..skip…..video pesawat jatuh….skip…..video mobil di tanjakan skip…….orang mukbang…..skip… cewek seksi joget-joget …….skip ……eh……apa nih…..ada game.
Cuma nyamain logo, puter-puter……eshhhhh…..dapet duit….Serius nih…..wah…..masak sih cuma gituh doank dapet duit. Ahhhhh bodo amat kita coba lah siapa tau bisa buat beli samsu. Donlot, install, bodo amat lanjut terus daftar, klik next, next…..sampai selesai. Coba puter-puter, yeeeeehhhh berhasil gambar koin semua, yess menang. Jam 4, berarti sudah enam jam lebih aku bermaen, yes……selalu menang. Saat nya pake uang beneran kali yah, ku transfer lah 100 ribu ke akun yang tertera di layar.
Ku pasang 5 rebu dulu, siapa tau menang kupikir, kalo kalah yah udah cuma 5 rebu juga, layar mulai berputar, menampilkan logo logo yang sama…………wooooiiiiiii menang hah…..nggak salah ini…..200 rebu aku menang. Ah aku masih nggak percaya coba kutarik ke rekeningku…..eshhhh berhasil……aku menang 200 rebu. Gila……ini nih jawaban cari duit dimana yang selalu tergiang-ngiang di kepala ku…..asyik, ku cek rekening ku …..masih ada dua juta dua ratus…..aku transfer semua…..rekening di game ku pun langsung melonjak.
5 rebu, 10 rebu, 20 rebu, 50 rebu terus ku pertaruhkan, astaga aku menang terus terus terus. Jam 1 malem, rekening game ku sudah berisi 20 juta. Gilak, 20 juta gampang banget cari uang, Ku pertaruhkan semuanya, kalo menang, euuudaannnnn bisa kayak mendadak…..permaenan berputar, jebrak…..hah….nggak salah, aku kalah……semua uangku hilang……ku tarik rambutku, ku tampar pipiku, berharap ini hanya mimpi. Menangis, mengutuk, bodo bodo……..segala sumpah serapah keluar…
Ah……penasaran, cari uang gampang…..sekelebat logo pinjol itu muncul di kepala, aku pernah pinjam di pinjol yang kutemukan dengan bantuan mbah google. Ayoh di ambil lagi kita coba lagi siapa tau menang……Heh….aku pinjam lah lagi….dahsyat dalam sekejap rekening ku berisi 5 juta. Segera ku transfer ke rekening game, semua nya kutranfer demi mendapatkan kemenangan dan menebus ke kalahkanku tadi. Terus aku bermaen, ku mulai dengan jumlah kecil 5 rebu, 10 rebu terus meningkat. Menang terus tambah terus taruhannya. Aku kaya lagi terus uang lima juta sekarang sudah 50 juta. Kupertaruhkan semua lagi………….dan terjadi lagi aku kalah, kalah sekalah kalahnya, pikiran ku buntu….aku ingat debt kolektor dari pinjol ituh, jika menagih semua anggota kebon binatang keluar dari mulut mereka. Aku lelah belum tidur….Kalo mereka datang besok menagih hutang pokoknya aku siap berkelahi……itu pikirku yang kalut.
Aku lelah, tertidur sambil memegang hp, Jam 3 sore, weker tua sialan ituh bebunyi menggangu tidurku, bertindak sendiri tanpa perintah tuk berbunyi……pikiran ku kalut, lapar, segera aku mandi dan keluar kamar. Pergi keluar berusaha mengurangi kusutnya otakku. Kontrakan belum dibayar sekarang aku lapar, tanpa sepeser uang di kantong. Bayangan debt kolektor sangar berkumis mendatangiku kos an ku mempercepat langkahku menjauh…aku hanya ingin pergi mengurai benang kusut di kepala ku.
Sudah empat jam aku keluar kos an berjalan tak tentu arah, duduk duduk di taman kota, tapi tak bisa bohong perutku yang mulai keroncongan, keringat dingin mulai menetes….Aaarrgghhhhhhhhh game sialan itu telah membuatku miskin seketika semua uangku hilang, malah punya hutang pinjol lagi. Gaji terakhir sebelum di PHK ludes semua. Kemana temen temenku yang bisa minta tolong nggak ma mereka…….Iwan, Andi Bram….
Sambil berjalan gontai…..tak tentu arah……mungkin aku harus ke arah pasar siapa ada kerjaaan yang bisa kulakukan. Mungkin sekedar gotong-gotong barang. Copet-copet…….seorang lelaki lari terengah-engah dikejar beberapa orang…si copet malah berlari ke arahku dan melemparkan dompet yang dipegangnya ke arahku. Reflek aku tangkap. Saat kecil aku senang bermaen bola dan jadi kiper. Reflekku masih bagus dan dompet itu ada di tanganku sekarang.
Tanpa ampun tanpa tanya pukulan bertubi tubi mengarah ke tubuhku, wajah, perut, kepala. Tendangan tidak lupa juga mereka lepaskan. Perut kosong kian menambah penderitaanku, aku tak kuat, jatuh kepala duluan membentur trotoar. Ah……….semua orang panik…semua menjauh.
Tubuh penuh luka itu dimasukan ke dalam ambulance yang meraung raung meminta jalan. Tempat kejadian perkara mulai sepi, beberapa orang masih membicarakan kejadian tadi, Orang yang tadi lari terengah-engah karena di kejar kejar duduk di bawah pohon mangga dengan wajah masih ketakutan, panik melihat kanan dan kiri. Bersyukur masih hidup.
Sampai rumah sakit, dokter dan perawat berusaha keras menyelamatkan pemuda dengan celana jins, kaos oblong biru yang bersandal swallow yang entah kemana sandal itu. Darah masih mengucur tak bisa di hentikan, wajahnya makin memutih tanda kehabisan darah.
Brahma Adityo, meninggal 31 Januari 2023……hah….itu makam ku? Iwan, Andi, Brian mengelilingi makam ku, menangis, menabur bunga. Aku hanya bisa melihat tak bisa bicara ……jadi…..jadi aku sudah mati……aku mati sehabis maen judi online semaleman…..astaga…mana ada surga untuk penjudi….