oleh: Anjar Oktaviani P. Irawati

(Direktorat Pengawasan Dana Pensiun)

Cerita Pendek ini merupakan Pemenang Lomba Menulis Kisah Inspiratif OJK Integrity Award tahun 2024

“Minta bangkunyaaaa… Ada ibu hamil.” Seorang perempuan muda dengan jaket oversize berseru di padatnya commuter line pagi ini.  

 “Terima kasih,” ucap si perempuan muda kepada laki-laki paruh baya yang bangkit sambil menggerutu karena dibangunkan paksa.  

 Commuter line di jam-jam sibuk seperti pagi ini memang sungguh tidak bersahabat. Dibutuhkan kesabaran untuk menghadapi desakan penumpang yang naik dan turun. 

  “Anak pertama, Mbak?” sapa ibu tua yang duduk di sampingnya.  

  “Hah?” Perempuan muda tersebut mencopot earphone-nya.   

  “Mbak sedang hamil anak pertama?” ulang si ibu tua. 

 “Oh… Iya. Anak pertama,” jawab si perempuan muda dengan cepat dan tanpa menoleh. Kemudian ia mengambil posisi bersandar dan memejamkan mata sebagai tanda tak ingin diganggu dengan pertanyaan lanjutan. Perjalanan menuju Stasiun Sudirman memerlukan waktu sekitar 40 menit. Waktu yang sangat cukup untuk menuntaskan kantuk. 

  *** 

 Ruang wawancara pagi itu terlihat mencekam. Wajah-wajah kandidat yang masuk nampak begitu tegang. Namun, perempuan muda itu terlihat sangat tenang dan percaya diri. Ia yakin tes tertulis beberapa hari yang lalu dapat ia kerjakan dengan baik. Jadi sesi wawancara yang merupakan tahap akhir, sangat yakin dapat ia lewati. 

  “Anindya Arumsari, mohon maaf, kami tidak dapat menerima anda di perusahaan ini,” salah satu pewawancara mengumumkan kepada si perempuan muda. 

 “Mohon maaf, Bu. Apakah Ibu tidak salah? Saya yakin mengerjakan ujian tertulis dengan baik dan dari wawancara tadi, sepertinya saya bisa menjawab dengan memuaskan,” protes si perempuan muda dengan nada menuntut penjelasan. 

 Si pewawancara menghela nafas sejenak. “Posisi yang anda lamar membutuhkan integritas yang sangat tinggi. Sedangkan pagi ini anda sudah bersikap tidak jujur. Salah satu syarat para pelamar adalah belum menikah dan dalam wawancara tadi anda menyatakan bahwa anda masih single. Jadi, anda mengaku hamil hanya untuk mendapatkan tempat duduk.” 

 Si perempuan muda tersentak. Ia baru sadar, bahwa si pewawancara tersebut adalah ibu tua yang tadi pagi duduk di sampingnya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close Search Window